NOW? or NEVER!

NOW? or NEVER!

Written by mcdcimsa, on February 7th, 2022

HAI, SOBAT UPH!

Apa kabar kalian semua? Writer harap kalian dalam keadaan sehat dan bahagia selalu ya!

Kira-kira hari ini, writer akan mengangkat kisah dari siapa nih dan tentang apa ya? Jadi, kali ini writer ingin membagikan kisah seorang LOCO CIMSA UPH 2016/2017 yang keren nih, yaitu dr. Kelly. Disini, writer ingin mengajak kalian semua yang membaca untuk bisa semakin tertarik dan percaya bahwa pilihan kalian mengemban jabatan di CIMSA UPH itu keren dan asik. Yuk kita simak kisah, pendapat, serta pesan dr. Kelly saat beliau mengemban tanggungjawabnya sebagai OFFICIALS di CIMSA UPH!

 

Halo, dok! Apa kabar? Semoga dokter selalu sehat ya! Baik, tanpa berlama-lama lagi mungkin saya mulai untuk pertanyaan pertamanya ya, dok. Jadi, mengapa dokter memilih untuk naik atau mengemban tanggungjawab sebagai officials di CIMSA UPH?

Jadi, setelah 2 tahun bekerja sebagai member dan Project Coordinator (PC) CIMSA UPH, aku merasa cukup yakin untuk mengemban tugas sebagai Local Coordinator (LOCO) dan yakin bisa memberikan perubahan yang berarti bagi CIMSA UPH. Namun motivasi terbesarku adalah karena ingin mencari pengalaman dan mau mendorong diri untuk mengembangkan potensi yang aku punya. Aku merasa bila tidak mengambil kesempatan tersebut, maka kapan lagi? Aku takut menyesal bila tidak mengambil langkah tersebut.

 

Mengapa dokter memilih jabatan tersebut? Apakah ada alasan tertentu atau ketertarikan tertentu, dok?

Saat aku menjadi member dan Project Coordinator, aku sudah belajar kekurangan dan kelebihan CIMSA UPH. Untuk mencapai visi dan misi yang aku ingin realisasikan bagi CIMSA UPH, menjadi Local Coordinator adalah jabatan yang paling masuk akal untuk diemban. Menjadi Local Coordinator, memungkinkan aku untuk bergerak lebih leluasa dalam membuat kebijakan/sistem baru sehingga dapat memberikan perubahan yang berarti dan nyata, yang harapannya dapat menjadi fondasi bagi CIMSA UPH ke depannya.

 

Wah-wah, keren ya dok untuk alasan dan keinginannya! Baik, untuk pertanyaan selanjutnya adalah pengalaman berharga apa saja yang dokter dapatkan saat mengemban jabatan tersebut?

Menjadi pemimpin juga membuat aku belajar bahwa power adalah pedang bermata dua dan harus digunakan sebijak mungkin. Menjadi pemimpin bukan berarti kita menikmati yang enak – enak saja, tetapi juga harus bekerja giat untuk membawa organisasi ke tempat yang lebih baik, melindungi hak organisasi kita, dan paling penting mendengar dan memfasilitasi suara member organisasi.

Tidak hanya itu, CIMSA UPH punya banyak acara community outreach yang seru, yang memungkinkan aku untuk bisa bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan mulai dari ibu – ibu, anak – anak SD, komunitas difabel, ODHA, remaja, sampai exchange students dari luar negeri. They’re definitely the highlights of my medical school. I learned a lot from my interactions with them!

 

Lalu, apa sih suka dan duka yang dokter rasakan saat menjadi officials?

Pengalaman positif yang aku dapatkan bisa kenal dengan banyak orang, termasuk officials dari lokal lain, tim nasional, dan seluruh member CIMSA UPH dari berbagai angkatan. Karena officials CIMSA UPH memang selalu punya rasa kekeluargaan dan kerja sama tim yang kuat, akhirnya sampai sekarang aku punya banyak teman baik yang aku kenal saat bekerja sebagai officials CIMSA UPH.

Dukanya ya lelah baik fisik maupun mental, karena officials itu kerjanya banyak, apalagi harus membagi waktu dengan belajar dan kewajiban lainnya. Satu tahun itu berjalan dengan sangat cepat, dan jujur saja I don’t know how I could survive my third academic year. It was pretty hectic!

 

Apakah dokter ada ketertarikan terhadap jabatan lain selain jabatan yang pernah diemban?

Aku sempat tertarik untuk mengajukan diri menjadi LPO dan VLI, tetapi akhirnya settle dengan Project Coordinator (2015/2016) dan Local Coordinator 2016/2017 (respective years).

 

Dari segi apa dokter merasa personality dan kemampuan dokter dibangun melalui jabatan tersebut?

Menjadi seorang officials apalagi LOCO, harus bisa membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak agar rencana organisasi kita bisa berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, aku belajar untuk menjadi lebih diplomatis dan membawa diri lebih baik. Aku juga belajar menjadi lebih empati, sabar, dan berpikiran terbuka agar dapat merangkul semua orang di dalam organisasi supaya semua (member dan officials) merasa diterima dan memiliki rasa kekeluargaan.

Menjadi officials CIMSA pasti harus punya visi dan misi dalam jabatan. Oleh sebab itu, aku juga belajar untuk menjadi orang yang “do-er” instead of a “planner”, karena kita hanya punya satu tahun untuk merealisasikan rencana, visi dan misi yang kita punya. You can only plan so much but it would mean nothing if you don’t just do it!

 

Menurut dokter, apakah menjadi officials itu “WORTH IT”?

Yes, it was worth it for me. Bagiku pengalaman menjadi officials CIMSA UPH menolong aku menjadi orang yang lebih baik lagi. Tapi mungkin menjadi officials bukan untuk semua orang. Ingat baik – baik tujuan kita masuk organisasi. Worth it or not, it depends on you!

 

Bagaimana cara dokter membagi waktu saat sudah terpilih menjadi salah satu officials CIMSA UPH?

Setelah proses “trial and error” selama 2 tahun bekerja sebagai officials CIMSA UPH, kunci utamanya adalah pergunakan waktu sebaik – baiknya, buatlah skala prioritas, jangan pernah tunda tugas atau masalah yang harus dikerjakan, dan fokus!

Jangan lupa, burnout adalah bentuk penundaan waktu yang paling besar. Jadi kalau lelah, jangan lupa untuk istirahat dan mendelegasikan tugas dengan tim.

 

Saat dokter menjadi officials, kendala apa saja yang paling sering dialami dan bagaimana cara mengatasinya?

Kendala terbesar adalah pembagian waktu, karena officials punya tanggung jawab yang besar. Yang kedua adalah kurangnya waktu untuk diri sendiri. Waktu itu aku pernah merasakan burnout karena kurang waktu untuk diri sendiri, sehingga semuanya jadi tidak efektif. Bila burnout terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah istirahat dan kalau bisa mendelegasikan tugas dengan orang lain. Admitting that you have burnout is much more difficult that you think! Learn to admit your limits and hopefully you’ll find the solution for the challenges that you have.

 

Untuk yang terakhir, apakah dokter ada pesan yang ingin disampaikan kepada member CIMSA UPH yang mungkin sedang dilema harus naik jabatan atau tidak?

Pesan yang bisa aku sampaikan adalah pertama, cari tujuan utama untuk menjadi officials, karena at the end of the day ada banyak hal yang akan dikorbankan dalam menjalaninya. Saat kamu punya tujuan yang jelas dan kuat, maka kamu tidak akan gampang menyerah walaupun akan banyak suka duka yang kamu alami.

Dan bila kamu menginginkan perubahan yang lebih baik untuk organisasi kita, why not take that chance? Menjalaninya akan tidak mudah, tapi aku yakin banyak yang bisa kamu pelajari dari hal tersebut.  Good luck!

Back to the top

NOW? or NEVER!

NOW? or NEVER!

Written by mcdcimsa, on February 7th, 2022

HAI, SOBAT UPH!

Apa kabar kalian semua? Writer harap kalian dalam keadaan sehat dan bahagia selalu ya!

Kira-kira hari ini, writer akan mengangkat kisah dari siapa nih dan tentang apa ya? Jadi, kali ini writer ingin membagikan kisah seorang LOCO CIMSA UPH 2016/2017 yang keren nih, yaitu dr. Kelly. Disini, writer ingin mengajak kalian semua yang membaca untuk bisa semakin tertarik dan percaya bahwa pilihan kalian mengemban jabatan di CIMSA UPH itu keren dan asik. Yuk kita simak kisah, pendapat, serta pesan dr. Kelly saat beliau mengemban tanggungjawabnya sebagai OFFICIALS di CIMSA UPH!

 

Halo, dok! Apa kabar? Semoga dokter selalu sehat ya! Baik, tanpa berlama-lama lagi mungkin saya mulai untuk pertanyaan pertamanya ya, dok. Jadi, mengapa dokter memilih untuk naik atau mengemban tanggungjawab sebagai officials di CIMSA UPH?

Jadi, setelah 2 tahun bekerja sebagai member dan Project Coordinator (PC) CIMSA UPH, aku merasa cukup yakin untuk mengemban tugas sebagai Local Coordinator (LOCO) dan yakin bisa memberikan perubahan yang berarti bagi CIMSA UPH. Namun motivasi terbesarku adalah karena ingin mencari pengalaman dan mau mendorong diri untuk mengembangkan potensi yang aku punya. Aku merasa bila tidak mengambil kesempatan tersebut, maka kapan lagi? Aku takut menyesal bila tidak mengambil langkah tersebut.

 

Mengapa dokter memilih jabatan tersebut? Apakah ada alasan tertentu atau ketertarikan tertentu, dok?

Saat aku menjadi member dan Project Coordinator, aku sudah belajar kekurangan dan kelebihan CIMSA UPH. Untuk mencapai visi dan misi yang aku ingin realisasikan bagi CIMSA UPH, menjadi Local Coordinator adalah jabatan yang paling masuk akal untuk diemban. Menjadi Local Coordinator, memungkinkan aku untuk bergerak lebih leluasa dalam membuat kebijakan/sistem baru sehingga dapat memberikan perubahan yang berarti dan nyata, yang harapannya dapat menjadi fondasi bagi CIMSA UPH ke depannya.

 

Wah-wah, keren ya dok untuk alasan dan keinginannya! Baik, untuk pertanyaan selanjutnya adalah pengalaman berharga apa saja yang dokter dapatkan saat mengemban jabatan tersebut?

Menjadi pemimpin juga membuat aku belajar bahwa power adalah pedang bermata dua dan harus digunakan sebijak mungkin. Menjadi pemimpin bukan berarti kita menikmati yang enak – enak saja, tetapi juga harus bekerja giat untuk membawa organisasi ke tempat yang lebih baik, melindungi hak organisasi kita, dan paling penting mendengar dan memfasilitasi suara member organisasi.

Tidak hanya itu, CIMSA UPH punya banyak acara community outreach yang seru, yang memungkinkan aku untuk bisa bertemu dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan mulai dari ibu – ibu, anak – anak SD, komunitas difabel, ODHA, remaja, sampai exchange students dari luar negeri. They’re definitely the highlights of my medical school. I learned a lot from my interactions with them!

 

Lalu, apa sih suka dan duka yang dokter rasakan saat menjadi officials?

Pengalaman positif yang aku dapatkan bisa kenal dengan banyak orang, termasuk officials dari lokal lain, tim nasional, dan seluruh member CIMSA UPH dari berbagai angkatan. Karena officials CIMSA UPH memang selalu punya rasa kekeluargaan dan kerja sama tim yang kuat, akhirnya sampai sekarang aku punya banyak teman baik yang aku kenal saat bekerja sebagai officials CIMSA UPH.

Dukanya ya lelah baik fisik maupun mental, karena officials itu kerjanya banyak, apalagi harus membagi waktu dengan belajar dan kewajiban lainnya. Satu tahun itu berjalan dengan sangat cepat, dan jujur saja I don’t know how I could survive my third academic year. It was pretty hectic!

 

Apakah dokter ada ketertarikan terhadap jabatan lain selain jabatan yang pernah diemban?

Aku sempat tertarik untuk mengajukan diri menjadi LPO dan VLI, tetapi akhirnya settle dengan Project Coordinator (2015/2016) dan Local Coordinator 2016/2017 (respective years).

 

Dari segi apa dokter merasa personality dan kemampuan dokter dibangun melalui jabatan tersebut?

Menjadi seorang officials apalagi LOCO, harus bisa membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak agar rencana organisasi kita bisa berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, aku belajar untuk menjadi lebih diplomatis dan membawa diri lebih baik. Aku juga belajar menjadi lebih empati, sabar, dan berpikiran terbuka agar dapat merangkul semua orang di dalam organisasi supaya semua (member dan officials) merasa diterima dan memiliki rasa kekeluargaan.

Menjadi officials CIMSA pasti harus punya visi dan misi dalam jabatan. Oleh sebab itu, aku juga belajar untuk menjadi orang yang “do-er” instead of a “planner”, karena kita hanya punya satu tahun untuk merealisasikan rencana, visi dan misi yang kita punya. You can only plan so much but it would mean nothing if you don’t just do it!

 

Menurut dokter, apakah menjadi officials itu “WORTH IT”?

Yes, it was worth it for me. Bagiku pengalaman menjadi officials CIMSA UPH menolong aku menjadi orang yang lebih baik lagi. Tapi mungkin menjadi officials bukan untuk semua orang. Ingat baik – baik tujuan kita masuk organisasi. Worth it or not, it depends on you!

 

Bagaimana cara dokter membagi waktu saat sudah terpilih menjadi salah satu officials CIMSA UPH?

Setelah proses “trial and error” selama 2 tahun bekerja sebagai officials CIMSA UPH, kunci utamanya adalah pergunakan waktu sebaik – baiknya, buatlah skala prioritas, jangan pernah tunda tugas atau masalah yang harus dikerjakan, dan fokus!

Jangan lupa, burnout adalah bentuk penundaan waktu yang paling besar. Jadi kalau lelah, jangan lupa untuk istirahat dan mendelegasikan tugas dengan tim.

 

Saat dokter menjadi officials, kendala apa saja yang paling sering dialami dan bagaimana cara mengatasinya?

Kendala terbesar adalah pembagian waktu, karena officials punya tanggung jawab yang besar. Yang kedua adalah kurangnya waktu untuk diri sendiri. Waktu itu aku pernah merasakan burnout karena kurang waktu untuk diri sendiri, sehingga semuanya jadi tidak efektif. Bila burnout terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah istirahat dan kalau bisa mendelegasikan tugas dengan orang lain. Admitting that you have burnout is much more difficult that you think! Learn to admit your limits and hopefully you’ll find the solution for the challenges that you have.

 

Untuk yang terakhir, apakah dokter ada pesan yang ingin disampaikan kepada member CIMSA UPH yang mungkin sedang dilema harus naik jabatan atau tidak?

Pesan yang bisa aku sampaikan adalah pertama, cari tujuan utama untuk menjadi officials, karena at the end of the day ada banyak hal yang akan dikorbankan dalam menjalaninya. Saat kamu punya tujuan yang jelas dan kuat, maka kamu tidak akan gampang menyerah walaupun akan banyak suka duka yang kamu alami.

Dan bila kamu menginginkan perubahan yang lebih baik untuk organisasi kita, why not take that chance? Menjalaninya akan tidak mudah, tapi aku yakin banyak yang bisa kamu pelajari dari hal tersebut.  Good luck!

Back to the top

OUR PARTNERS:

OUR PARTNERS: