#JatuhCIMSA? Siapa Takut!

#JatuhCIMSA? Siapa Takut!

Written by mcdcimsa, on September 1st, 2021


Howdy, CIMSA UPH!

Pada Alumni Corner edisi pertama ini, aku ingin membagikan kepada kalian tentang pandangan dan tanggapan salah satu Alumni kita, yaitu dr. Karen Afian, M.Sc. tentang CIMSA UPH. Selain menjadi salah satu member CIMSA UPH, beliau juga merupakan Vice Local Coordinator for External Affairs (VLE) CIMSA UPH yang pertama kala itu. Pasti dari antara kalian semua banyak yang penasaran kan dengan apa alasan, motivasi, dan cerita menarik yang beliau lewati saat di CIMSA UPH? Yuk kita simak bersama!

Namun sebelumnya, aku ingin menceritakan secara singkat tentang sejarah CIMSA UPH nih! Hal ini karena ada pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Nah, sama halnya dengan judul artikel kali ini, bagaimana cara kita Jatuh CIMSA dengan CIMSA UPH kalau kita tidak mengenal seluk-beluk dari CIMSA UPH.

Pada tahun 2004, CIMSA UPH dibentuk yang mana dalam perjalanannya banyak sekali mengalami rintangan hingga pada tahun 2011 CIMSA UPH harus direaktivasi. Kemudian, pada tahun 2012-lah CIMSA UPH akhirnya disahkan yang hingga saat ini terus berkembang dan berdiri kokoh selama 9 tahun. Nah, itulah sejarah singkat dari CIMSA UPH. Tanpa berlama lagi, yuk kita simak cerita dari salah satu Alumni kita!

Halo, dr. Karen! Selamat sore, dok. Sebelumnya, perkenalkan ya dok, saya Valent selaku Alumni Director CIMSA UPH periode 2021-2022. Bagaimana kabar dokter yang bekerja dikala situasi sedang pandemik dan kasus COVID-19 yang terus meningkat seperti sekarang ini?

Halo, sore! Aku kabarnya baik. Gimana rasanya jaga waktu lagi COVID-19 gini? Hmm, kebetulan aku baru saja kembali ke Indonesia setelah sekolah master 2 tahun. Jadi, aku tidak pernah merasakan menjadi dokter di awal-awal pandemik. Kalau sekarang jujur capek sih, padahal baru merasakan sebentar banget. Namun, memang peak dari kasus di Indonesia sekarang ini kan hehe. Kebetulan juga rumah sakit tempat aku kerja itu khusus untuk menerima pasien COVID-19 saja. Mungkin hal yang membedakan kalau lagi masa COVID-19 gini, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan serta dilema yang sangat berat sih mau menolong pasien yang mana terlebih dahulu karena pasien yang datang banyak banget dan bahkan IGD sekarang sudah berubah menjadi seperti ruang rawat inap. Rasanya dilema banget di satu sisi karena keinginan untuk menolong semua orang tetapi sumber daya manusianya kurang. Hal ini dikarenakan banyak banget nakes di rumah sakitku yang tumbang dan bed yang tersedia pun terbatas. Meskipun begitu ya mau gimana lagi, saat ini situasinya lagi seperti ini. Terus semangat untuk semua untuk teman sejawat dan nakes di seluruh Indonesia yang sedang berjuang di garda terdepan!!

Sebelumnya, saya mohon izin untuk bertanya ya, dok. Awalnya, apa sih alasan dan motivasi dokter memantapkan hati untuk tergabung ke dalam CIMSA UPH padahal pada tahun 2011 kan CIMSA UPH baru saja direaktivasi?

Dulu sih, karena menurutku CIMSA dibandingkan dengan organisasi yang lain, cakupannya lebih luas begitu. Maksudnya, karena CIMSA-kan tergabung ke dalam IFMSA kesannya menjadi seperti mendunia, jadi bisa mengenal lebih banyak orang tidak hanya di cakupan Asia saja.

Wah, keren sekali, dok! Saya setuju, dok dengan alasan dokter yang mengatakan bahwa CIMSA memiliki range atau cakupan yang luas hingga mancanegara. Lalu, hal baru apa saja yang dokter dapatkan selama menjadi member di CIMSA?

Hal baru yang didapat pastinya adalah pengalaman berorganisasi. Hal ini karena kapan lagi kita bisa berkumpul membagikan pendapat dan ide bersama dengan teman-teman kita. Nanti saat kita sudah jadi dokter, kesempatan seperti ini sudah semakin sedikit dan pastinya kita juga sudah semakin sibuk (kekurangan waktu). Selain pengalaman berorganisasi, melalui CIMSA juga kita bisa dapat banyak teman baru (networking). Kemudian, kita juga dapat pengalaman leadership atau kepemimpinan.

Dari hal-hal baru tersebut, pasti ada banyak sekali manfaat yang dokter dapatkan. Nah, apa saja sih manfaat-manfaat yang dokter dapatkan yang berguna hingga saat dokter co-ass ataupun bekerja seperti saat ini?

Manfaat yang didapat yang pasti adalah dapat belajar untuk bekerja di dalam sebuah grup atau kelompok (menjadi open-minded) dimana hal ini juga sangat diperlukan saat kita nanti menjadi seorang dokter. Dikarenakan kita sebagai dokter tetap membutuhkan bantuan dari sesama rekan kerja kita. Kemudian melalui berorganisasi di CIMSA, aku terbantu untuk mengasah kemampuan problem solving, salah satu hal yang juga dibutuhkan sebagai seorang dokter. Selain itu, aku juga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Oleh karena di CIMSA, kita nantinya diajak untuk mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama member CIMSA. Nah, kemampuan untuk bersosialisasi ini juga merupakan salah satu poin yang sangat penting dan sangat terpakai saat menjadi seorang dokter. Jadi, manfaat yang diberikan CIMSA yang akan berguna sangatlah banyak.

Kalau boleh tahu, apa saja sih suka dan duka yang dokter rasakan saat menjadi member CIMSA?

Untuk sukanya, saat berkumpul bareng dengan teman-teman untuk memikirkan project dan kendala-kendalanya. Seru banget karena bisa sampai malam-malam bertukar pikiran, cerita, dan lainnya. Hal ini karena saat periode aku, CIMSA UPH masih baru jadi topik pembahasan untuk project dan lainnya masih fresh serta banyak sekali. Untuk dukanya, apa ya? Rasanya tidak ada sih, mungkin waktu sudah tidak di CIMSA lagi ya saat sudah co-ass begitu. Hal ini karena aku sudah tidak bisa ikut acara-acara di CIMSA lagi.

Selama dokter menjadi member di CIMSA UPH, pencapaian apa saja yang bisa dan telah dokter raih?

Aku berkesempatan untuk melalukan exchange ke salah satu kota di Rusia selama satu bulan. Menurutku itu adalah sebuah kesempatan yang sangat amat baik karena pada saat itu kebetulan aku masih menjadi mahasiswa yang mana jujur belum pernah merasakan untuk hands-on secara langsung ke pasien, kecuali saat clinical exposure ya. Nah, melalui exchange ini, aku bisa dan diperbolehkan untuk hands-on ke pasien melakukan PF lengkap yang pada saat kuliah kita pelajari melalui teori saja. Lalu, aku katakan sebagai pencapain juga karena kapan lagi bisa ketemu dan berinteraksi dengan member IFMSA dari negara lain kan. Ohya, kebetulan saat exchange ini, aku dapat obgyn department dan dokternya baik banget. Beliau memperbolehkan aku untuk menjadi hands-on ke semua pasien dan jadi asisten operasi beliau juga. Seru banget dan merupakan pengalaman yang tak terlupakan! Menurutku, pengalaman exchange aku adalah sebuah batu lonjakan pertamaku yang membuat aku akhirnya pede dan berani untuk melanjutkan master di luar negeri.

Wah, sangat menarik sekali, dok! Lalu, apakah dokter memiliki pesan yang ingin dokter sampaikan kepada members yang sekarang ataupun calon members CIMSA UPH yang nantinya akan menjadi new members?

Untuk members CIMSA UPH, semangat terus ya untuk seluruh project-nya dan organisasinya! Ini adalah saat yang tepat untuk kalian seru-seruan bareng buat project, meeting dan lain-lain. Hal ini karena nanti saat sudah co-ass, hal-hal seperti ini sudah minimal sekali kesempatannya. Untuk calon members, jangan lupa masuk CIMSA! Karena CIMSA itu benar-benar seru banget!

Back to the top

#JatuhCIMSA? Siapa Takut!

#JatuhCIMSA? Siapa Takut!

Written by mcdcimsa, on September 1st, 2021


Howdy, CIMSA UPH!

Pada Alumni Corner edisi pertama ini, aku ingin membagikan kepada kalian tentang pandangan dan tanggapan salah satu Alumni kita, yaitu dr. Karen Afian, M.Sc. tentang CIMSA UPH. Selain menjadi salah satu member CIMSA UPH, beliau juga merupakan Vice Local Coordinator for External Affairs (VLE) CIMSA UPH yang pertama kala itu. Pasti dari antara kalian semua banyak yang penasaran kan dengan apa alasan, motivasi, dan cerita menarik yang beliau lewati saat di CIMSA UPH? Yuk kita simak bersama!

Namun sebelumnya, aku ingin menceritakan secara singkat tentang sejarah CIMSA UPH nih! Hal ini karena ada pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Nah, sama halnya dengan judul artikel kali ini, bagaimana cara kita Jatuh CIMSA dengan CIMSA UPH kalau kita tidak mengenal seluk-beluk dari CIMSA UPH.

Pada tahun 2004, CIMSA UPH dibentuk yang mana dalam perjalanannya banyak sekali mengalami rintangan hingga pada tahun 2011 CIMSA UPH harus direaktivasi. Kemudian, pada tahun 2012-lah CIMSA UPH akhirnya disahkan yang hingga saat ini terus berkembang dan berdiri kokoh selama 9 tahun. Nah, itulah sejarah singkat dari CIMSA UPH. Tanpa berlama lagi, yuk kita simak cerita dari salah satu Alumni kita!

Halo, dr. Karen! Selamat sore, dok. Sebelumnya, perkenalkan ya dok, saya Valent selaku Alumni Director CIMSA UPH periode 2021-2022. Bagaimana kabar dokter yang bekerja dikala situasi sedang pandemik dan kasus COVID-19 yang terus meningkat seperti sekarang ini?

Halo, sore! Aku kabarnya baik. Gimana rasanya jaga waktu lagi COVID-19 gini? Hmm, kebetulan aku baru saja kembali ke Indonesia setelah sekolah master 2 tahun. Jadi, aku tidak pernah merasakan menjadi dokter di awal-awal pandemik. Kalau sekarang jujur capek sih, padahal baru merasakan sebentar banget. Namun, memang peak dari kasus di Indonesia sekarang ini kan hehe. Kebetulan juga rumah sakit tempat aku kerja itu khusus untuk menerima pasien COVID-19 saja. Mungkin hal yang membedakan kalau lagi masa COVID-19 gini, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan serta dilema yang sangat berat sih mau menolong pasien yang mana terlebih dahulu karena pasien yang datang banyak banget dan bahkan IGD sekarang sudah berubah menjadi seperti ruang rawat inap. Rasanya dilema banget di satu sisi karena keinginan untuk menolong semua orang tetapi sumber daya manusianya kurang. Hal ini dikarenakan banyak banget nakes di rumah sakitku yang tumbang dan bed yang tersedia pun terbatas. Meskipun begitu ya mau gimana lagi, saat ini situasinya lagi seperti ini. Terus semangat untuk semua untuk teman sejawat dan nakes di seluruh Indonesia yang sedang berjuang di garda terdepan!!

Sebelumnya, saya mohon izin untuk bertanya ya, dok. Awalnya, apa sih alasan dan motivasi dokter memantapkan hati untuk tergabung ke dalam CIMSA UPH padahal pada tahun 2011 kan CIMSA UPH baru saja direaktivasi?

Dulu sih, karena menurutku CIMSA dibandingkan dengan organisasi yang lain, cakupannya lebih luas begitu. Maksudnya, karena CIMSA-kan tergabung ke dalam IFMSA kesannya menjadi seperti mendunia, jadi bisa mengenal lebih banyak orang tidak hanya di cakupan Asia saja.

Wah, keren sekali, dok! Saya setuju, dok dengan alasan dokter yang mengatakan bahwa CIMSA memiliki range atau cakupan yang luas hingga mancanegara. Lalu, hal baru apa saja yang dokter dapatkan selama menjadi member di CIMSA?

Hal baru yang didapat pastinya adalah pengalaman berorganisasi. Hal ini karena kapan lagi kita bisa berkumpul membagikan pendapat dan ide bersama dengan teman-teman kita. Nanti saat kita sudah jadi dokter, kesempatan seperti ini sudah semakin sedikit dan pastinya kita juga sudah semakin sibuk (kekurangan waktu). Selain pengalaman berorganisasi, melalui CIMSA juga kita bisa dapat banyak teman baru (networking). Kemudian, kita juga dapat pengalaman leadership atau kepemimpinan.

Dari hal-hal baru tersebut, pasti ada banyak sekali manfaat yang dokter dapatkan. Nah, apa saja sih manfaat-manfaat yang dokter dapatkan yang berguna hingga saat dokter co-ass ataupun bekerja seperti saat ini?

Manfaat yang didapat yang pasti adalah dapat belajar untuk bekerja di dalam sebuah grup atau kelompok (menjadi open-minded) dimana hal ini juga sangat diperlukan saat kita nanti menjadi seorang dokter. Dikarenakan kita sebagai dokter tetap membutuhkan bantuan dari sesama rekan kerja kita. Kemudian melalui berorganisasi di CIMSA, aku terbantu untuk mengasah kemampuan problem solving, salah satu hal yang juga dibutuhkan sebagai seorang dokter. Selain itu, aku juga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Oleh karena di CIMSA, kita nantinya diajak untuk mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama member CIMSA. Nah, kemampuan untuk bersosialisasi ini juga merupakan salah satu poin yang sangat penting dan sangat terpakai saat menjadi seorang dokter. Jadi, manfaat yang diberikan CIMSA yang akan berguna sangatlah banyak.

Kalau boleh tahu, apa saja sih suka dan duka yang dokter rasakan saat menjadi member CIMSA?

Untuk sukanya, saat berkumpul bareng dengan teman-teman untuk memikirkan project dan kendala-kendalanya. Seru banget karena bisa sampai malam-malam bertukar pikiran, cerita, dan lainnya. Hal ini karena saat periode aku, CIMSA UPH masih baru jadi topik pembahasan untuk project dan lainnya masih fresh serta banyak sekali. Untuk dukanya, apa ya? Rasanya tidak ada sih, mungkin waktu sudah tidak di CIMSA lagi ya saat sudah co-ass begitu. Hal ini karena aku sudah tidak bisa ikut acara-acara di CIMSA lagi.

Selama dokter menjadi member di CIMSA UPH, pencapaian apa saja yang bisa dan telah dokter raih?

Aku berkesempatan untuk melalukan exchange ke salah satu kota di Rusia selama satu bulan. Menurutku itu adalah sebuah kesempatan yang sangat amat baik karena pada saat itu kebetulan aku masih menjadi mahasiswa yang mana jujur belum pernah merasakan untuk hands-on secara langsung ke pasien, kecuali saat clinical exposure ya. Nah, melalui exchange ini, aku bisa dan diperbolehkan untuk hands-on ke pasien melakukan PF lengkap yang pada saat kuliah kita pelajari melalui teori saja. Lalu, aku katakan sebagai pencapain juga karena kapan lagi bisa ketemu dan berinteraksi dengan member IFMSA dari negara lain kan. Ohya, kebetulan saat exchange ini, aku dapat obgyn department dan dokternya baik banget. Beliau memperbolehkan aku untuk menjadi hands-on ke semua pasien dan jadi asisten operasi beliau juga. Seru banget dan merupakan pengalaman yang tak terlupakan! Menurutku, pengalaman exchange aku adalah sebuah batu lonjakan pertamaku yang membuat aku akhirnya pede dan berani untuk melanjutkan master di luar negeri.

Wah, sangat menarik sekali, dok! Lalu, apakah dokter memiliki pesan yang ingin dokter sampaikan kepada members yang sekarang ataupun calon members CIMSA UPH yang nantinya akan menjadi new members?

Untuk members CIMSA UPH, semangat terus ya untuk seluruh project-nya dan organisasinya! Ini adalah saat yang tepat untuk kalian seru-seruan bareng buat project, meeting dan lain-lain. Hal ini karena nanti saat sudah co-ass, hal-hal seperti ini sudah minimal sekali kesempatannya. Untuk calon members, jangan lupa masuk CIMSA! Karena CIMSA itu benar-benar seru banget!

Back to the top

OUR PARTNERS:

OUR PARTNERS: