OCTOBER’S ARTICLE – Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

OCTOBER’S ARTICLE – Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Written by mcdcimsa, on December 15th, 2019

Apa itu Anxiety?
Kecemasan atau anxiety adalah perasaan yang semua orang miliki. Kecemasan
adalah kegugupan yang berlebihan, khawatir irasional, kegelisahan dan mudah takut
atau tidak merasa nyaman. Perasaan-perasaan tersebut disebabkan oleh berbagai hal,
bisa dari pengalaman hidup, stres, dan tekanan. Maka anxiety paling sering terjadi pada
saat situasi atau peristiwa yang bermakna besar dan berat. Pria memiliki faktor risiko
yang lebih tinggi untuk mengalami hal ini dikarenakan stigma negatif yang mempersulit
untuk mencari bantuan.

Bagaimana dengan Gangguan Kecemasan dan Anxiety Attack?
Anxiety atau kecemasan bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, tetapi
menurut Diagnostic and Statistical anual of Mental Disorders (DSM-5), sudah dianggap
sebagai sebuah gangguan atau biasa disebut anxiety disorder ketika perasaan gelisah,
takut dan cemas tersebut tidak menghilang dan menimbulkan gejala seperti gangguan
konsentrasi, kesulitan tidur, sensasi tegang pada otot, dan cepat lelah, yang bisa
sangat mengganggu produktivitas sehari-hari. Banyak faktor dapat menyebabkan
anxiety disorder, pada umumnya adalah pengalaman masa lalu, trauma, kekerasan
fisik, status kesehatan saat ini, obat-obatan tertentu, dan alkohol. Jika anxiety disorder
tidak ditanggulangi dengan baik, maka dapat berkembang menjadi suatu anxiety attack,
dimana gejala yang timbul adalah peningkatan detak jantung, sesak napas, berkeringat,
pusing, dan mual.

Cara menanggulanginya?
Maka saran dan tata laksana pertama untuk menanggulanginya adalah untuk
mencari bantuan dan berbicara dengan seseorang tentang kegelisahan yang sedang
dialami. Anxiety disorder membuat penderitanya sangat takut mengenai ancaman yang
bisa terjadi, baik itu nyata maupun hanya hasil manipulasi pemikirannya saja. Kita perlu
memerhatikan ketika lingkungan di sekitar kita (keluarga, teman, kolega) mungkin
sedang mengalami masalah personal. Menawarkan bantuan sederhana atau cukup
dengan mendengarkan keluhannya dapat membawa dampak positif yang sangat besar.
Dengan demikian kita dapat berkontribusi dalam mencegah timbulnya anxiety disorder,
paling tidak bagi orang-orang terdekat kita.

Oleh:
Manchester Anfield Atkins
SCORP CIMSA UPH

 

CIMSA
Empowering Medical Students
Improving Nation’s Health

 

Back to the top

OCTOBER’S ARTICLE – Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

OCTOBER’S ARTICLE – Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Written by mcdcimsa, on December 15th, 2019

Apa itu Anxiety?
Kecemasan atau anxiety adalah perasaan yang semua orang miliki. Kecemasan
adalah kegugupan yang berlebihan, khawatir irasional, kegelisahan dan mudah takut
atau tidak merasa nyaman. Perasaan-perasaan tersebut disebabkan oleh berbagai hal,
bisa dari pengalaman hidup, stres, dan tekanan. Maka anxiety paling sering terjadi pada
saat situasi atau peristiwa yang bermakna besar dan berat. Pria memiliki faktor risiko
yang lebih tinggi untuk mengalami hal ini dikarenakan stigma negatif yang mempersulit
untuk mencari bantuan.

Bagaimana dengan Gangguan Kecemasan dan Anxiety Attack?
Anxiety atau kecemasan bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, tetapi
menurut Diagnostic and Statistical anual of Mental Disorders (DSM-5), sudah dianggap
sebagai sebuah gangguan atau biasa disebut anxiety disorder ketika perasaan gelisah,
takut dan cemas tersebut tidak menghilang dan menimbulkan gejala seperti gangguan
konsentrasi, kesulitan tidur, sensasi tegang pada otot, dan cepat lelah, yang bisa
sangat mengganggu produktivitas sehari-hari. Banyak faktor dapat menyebabkan
anxiety disorder, pada umumnya adalah pengalaman masa lalu, trauma, kekerasan
fisik, status kesehatan saat ini, obat-obatan tertentu, dan alkohol. Jika anxiety disorder
tidak ditanggulangi dengan baik, maka dapat berkembang menjadi suatu anxiety attack,
dimana gejala yang timbul adalah peningkatan detak jantung, sesak napas, berkeringat,
pusing, dan mual.

Cara menanggulanginya?
Maka saran dan tata laksana pertama untuk menanggulanginya adalah untuk
mencari bantuan dan berbicara dengan seseorang tentang kegelisahan yang sedang
dialami. Anxiety disorder membuat penderitanya sangat takut mengenai ancaman yang
bisa terjadi, baik itu nyata maupun hanya hasil manipulasi pemikirannya saja. Kita perlu
memerhatikan ketika lingkungan di sekitar kita (keluarga, teman, kolega) mungkin
sedang mengalami masalah personal. Menawarkan bantuan sederhana atau cukup
dengan mendengarkan keluhannya dapat membawa dampak positif yang sangat besar.
Dengan demikian kita dapat berkontribusi dalam mencegah timbulnya anxiety disorder,
paling tidak bagi orang-orang terdekat kita.

Oleh:
Manchester Anfield Atkins
SCORP CIMSA UPH

 

CIMSA
Empowering Medical Students
Improving Nation’s Health

 

Back to the top

OUR PARTNERS:

OUR PARTNERS: